
Hati, sang Presiden tubuh sebelum mengenal thariqah seseorang harus diperkenalkan dengan hati....... yaitu organ dalam dari tubuh manusia yang merupakan presiden dari seluruh anggota badan lainnya.. Hati menimbang baik dan buruk satu amal, menilainya dari berbagai sudut pandang. hati merupakan timbangan internal bagi Amal perbuatan seorang manusia.. oleh karenanya Rasulullah saw. bersabda.. "mintalah fatwa dari hatimu"..seseorang akan berbuat baik atau buruk tergantung oleh hatinya,muncul sebuah pertanyaan, jika Hati merupakan presiden maka bagaimana dengan nasib Akal? Akal didalam tubuh manusia hanya bersifat seperti Menteri yang menjalankan apa yang telah ditetapkan oleh hati diantara pilihan-pilihan yang ditawarkan oleh alam, dengan akal manusia hanya bisa mengerti hukum sebab musabab (hukum Alam) yang telah diciptakan Allah, konklusi-konklusi ringan tentang alam akan disimpulkan oleh akal manusia. Struktur hati... Manusia dilahirkan dengan sebuah fitrah, yang disebut nafsu azzakiyah atau nur muhammadiah. dengan fitrah ini maka anak-anak kecil yang belum mencapai usia baligh (usia taklif) akan dapat menikmati hal-hal yang manusia dewasa tidak bisa melihatnya seperti tanda-tanda dosa yang tersirat di wajah manusia, sehingga anak-anak sering ketakutan bila melihat seseorang tanpa alasan yang jelas. hal ini sama seperti seorang wali mursyid yang bisa melihat dosa yang diperbuat oleh manusia awwam. namun bedanya seorang wali mursyid mengetahui tanda-tanda tersebut dan dapat menterjemahkannya sedangkan anak-anak dibawah usia baligh tidak mengerti dan tak mampu menterjemahkannya. Seorang anak jika telah memasuki usia baligh dia tidak menemukan wali mursyid maka ia akan menjadikan walinya adalah syeitan dan mulailah ia melakukan dosa-dosa yang dianggap remeh seperti berbohong, mencuri buah dari pohon tetangga,dll. yang kemudian akan membentuk noda-noda kecil di hatinya. noda pertama akan membentuk Nafsu Mardiyah, setelah menebal ia akan membentuk lapisan diatasnya yaitu Nafsu Radiyah, setelah menebal kemudian akan membentuk lapisan Nafsu Mutma'innah, lalu Nafsu Mulhamah, Lawwamah, lalu lapisan terakhir yang paling atas dan yang paling berbahaya adalah lapisan Nafsu Ammarah Bissu' yaitu nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan.. setelah hati kita terstruktur dengan rapi oleh nafsu-nafsu tersebut, semua hal yang dapat manusia nikmati dimasa kecilnya akan tertutup hijab yaitu nafsu itu sendiri. kemudian dengan nafsu tersebut syeitan dengan nyaman akan membangun villa di sekitar Hati manusia. dan dari dalam villa itulah syeitan mengendalikan akal manusia, yang oleh akal dikira perintah dari hati yang kemudian membuatnya berfikir dan berfikir sehingga kadangkala melampaui batas-batas berfikir seorang makhluk kepada Tuhannya. menafsiri Al-qur'an dengan semaunya sendiri demi kepentingan kelompoknya yang akhirnya menimbulkan ayat-ayat partai. Seorang Murid yang telah dituntun Rasulullah saw untuk menemui Wali mursyidnya, ia akan dikembalikan kepada keadaannya yang semula yaitu sebagaimana ia dilahirkan. seorang wali mursyid akan membunuh dan membersihkan nafsu yang melekat di hatinya.. dimulai dengan pembunuhan terhadap nafsu ammarah bissu'. nafsu ini dapat dibunuh dengan tasdiiq yang kuat dari seorang muried kepada wali mursyidnya, kemudian dimulailah perjalanan menuju Allah (Assair ila Allah), dzikir dan wirid yang diberikan seorang wali mursyid kepada muriednya akan membantu sang muried membunuh dan membersihkan nafsunya satu persatu, lawwamah, mulhammah, kemudian Mutmainnah, dalam tahap ini manusia telah mendapatkan derajat kewalian namun masih tersisa nafsu Radiyah dan Mardiyah. tidak berhenti sampai disitu saja karena jika manusia masih berada dalam wilayah nafsu radhiyah dan Mardiyah ia masih akan bisa kembali lagi dikusai oleh Syeitan sebagaimana keadaannya yang pertama ketika menginjak usia baligh.maka ia harus terus melangkah ke dalam wilayah Aman yaitu wilayah Ibad Allah yang digambarkan oleh Allah.. Hamba-hamba Allah yang benar-benar telah terbebas dari kekuasaan Syetan, begitulah perjalanan sair ila Allah...demi KEMURNIAN semata
|